Home gagal 5 Tanda Seseorang Tidak Cocok Jadi Wirausahawan, Apakah Anda?

5 Tanda Seseorang Tidak Cocok Jadi Wirausahawan, Apakah Anda?

121
0
Tanda Seseorang Tidak Cocok Jadi Wirausahawan

Tanda seseorang tidak cocok jadi wirausahawan. Kali ini saya akan membahas tentang tanda orang yang tidak cocok jadi wirausahawan/ pengusaha (entrepreneur). Jadi begini, langsung saja. Apakah semua orang cocok jadi wirausahawan? Saya rasa tidak. Jadi, tidak semua orang bisa dan cocok untuk menjadi wirausahawan.

Kok bisa gitu ya? Bukannya saya menurunkan motivasi anda untuk menjadi wirausahawan, tapi memang begitu faktanya. Di dunia ini terdapat hanya kurang dari 5% orang bisa menjadi wirausahawan yang sukses. Apalagi jika kita bicara tentang jumlah wirausahawan di Indonesia, maka wirausaha di Indonesia adalah profesi yang sangat jarang kita jumpai di Indonesia. Untuk itu, wirausahawan di Indonesia harus kita tingkatkan.

Tanda Seseorang Tidak Cocok Jadi Wirausahawan

Dengan kami membagikan artikel tentang “tanda orang tidak cocok jadi wirausahawan”, kami harap dapat membuat anda segera meninggalkan tanda ini. Karena siapa tahu salah satu atau beberapa tanda yang kami bagikan ini ada pada diri anda. Semoga dengan ini, dapat meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.

Tanda yang Pertama : Gengsi

Tanda seseorang tidak cocok untuk menjadi wirausahawan yang pertama yaitu seseorang yang terlalu gengsi. Orang yang terlalu gengsi ini adalah orang yang sama sekali tidak cocok menjadi wirausahawan. Kenapa demikian? Ya karena wirausahawan itu tidak bisa menjadi orang yang gengsian. Seorang wirausahawan itu harus siap melayani, tidak boleh kaku, jadi harus dinamis.

Jika anda terlalu bergengsi, maka sepertinya anda harus membuang impian anda menjadi wirausahawan karena anda tidak cocok menjadi wirausahawan. Seseorang wirausahawan itu harus bisa mengerjakan pekerjaan bos hingga pekerjaan pembantu (office boy) sekaligus. Kok gitu ya? Ya hal ini karena jika perusahaan sedang mempunyai masalah, anda tidak boleh hanya sekedar memerintah seperti bos. Anda harus juga menjadi “pembantu” atau apapun itu agar usaha anda bisa bangkit kembali.

Lagipula, wirausahawan yang sejati itu bukan bos, tetapi seorang pemimpin. Beda ya, antara bos dan pemimpin? Ya tentu saja berbeda. Bos dan pemimpin itu berbeda. Jika bos itu seseorang yang sifatnya ingin dilayani, sedangkan pemimpin itu sifatnya melayani. Oleh karena itu, jika anda terlalu gengsi, anda tidak cocok untuk jadi wirausahawan (enterpreneur).

Tanda Seseorang Tidak Cocok Jadi Wirausahawan

Tanda yang Kedua : Tidak Bisa Totalitas

Ketika anda memutuskan untuk menjadi seorang wirausahawan, anda tidak bisa untuk sama seperti karyawan yang maunya masuk jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Terus seperti itu setiap hari. Jika anda ingin model bekerja yang seperti itu, maka anda memang sangat tidak cocok untuk menjadi wirausahawan.

Cara bekerja seorang wirausahawan itu berbeda dengan karyawan yang seperti di atas. Bisa saja seorang wirausahawan berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 9 malam. Mengapa begitu? Seorang wirausahawan pasti berprinsip bahwa hidup mati perusahaan tidak hanya berada di tangan para karyawan, tetapi juga di tangannya. Bahkan, hidup para karyawan itu juga berada di tangan dia. Ituah prinsip seorang wirausahawan yang sukses.

Seorang wirausahawan ketika sudah berada di posisi puncak, ia akan selalu memastikan dan mengontrol perusahaannya agar dapat berjalan dengan baik. Mulai dari bagian gudang, bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian sarana dan prasarana, dan bagian yang lain. Jadi seorang wirausahawan itu tidak mentang-mentang jadi pemilik usaha terus kemudian dapat sebebas-bebasnya datang jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Seorang wirausahawan itu harus total dalam bekerja, jika anda tidak punya totalitas, anda tidak cocok jadi wirausahawan.

Sekedar tambahan, bahwa sebagian besar usaha itu tidak dapat bertahan pada generasi ke 2. Maksudnya generasi ke 2? Generasi kedua adalah generasi yang mana suatu usaha itu diwariskan kepada anaknya. Yang mana rata-rata anak dari seorang pengusaha itu tidak tahu tentang bagaimana cara membangun totalitas perusahaan dari nol. Yang dia tahu hanya kuliah dan bersekolah untuk belajar teori bisnis. Padahal teori dan praktik berbisnis itu sangat berbeda.

Tanda yang Ketiga : Mencari Penghargaan dan Status

Penghargaan yang kami maksud disini adalah penghargaan dari pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud di sini bisa berupa penghargaan dari majalah terkenal, dari statiun televisi, dari lembaga survey, dari situs web terkenal, dan dari yayasan tertentu. Bisa juga pengharhaan wirausahawan ini diberikan ketika ada suatu acara atau event wiraushawan.

Pihak ketiga ini memberikan penghargaan berdasarkan penelitian dan survey yang independen. Ada banyak komponen penilaian yang diberikan, mulai dari perjuangan merintis usaha, hal-hal yang sudah dicapai, hingga mungkin cabang usaha yang telah dibuat.

Tetapi, jangan sampai anda terlena dengan penghargaan (awards). Semua orang itu memang suka untuk “dihargai”, namun jangan sampai anda bekerja (berwirausaha) dengan tujuan mencapatkan penghargaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here