Home Investasi 3 Risiko Reksa Dana dan 3 Tips Reksa Dana – Pahami Investasi

3 Risiko Reksa Dana dan 3 Tips Reksa Dana – Pahami Investasi

48
0
Risiko Reksa Dana Tips Reksa Dana Pahami investasi
Risiko Reksa Dana Tips Reksa Dana Pahami investasi

3 risiko reksa dana dan tips dalam investasi reksa dana. Reksa dana seringkali dijadikan instrumen investasi yang direkomendasi untuk para pemula. Memangnya kenapa? Kok pemula disarankan belajar investasi dari Reksa dana. Alasannya sederhana, kalau kita menyimpan uang kita di Reksa dana, pasti jawabnya “kita tinggal lepas tangan aja soalnya manajer investasi yang akan mengelola aset investasi kita”.

Lalu kita ngapain setelah investasi? “Ya tinggal diam aja nunggu untung”. Jika anda berpikiran seperti itu, itu adalah anggapan yang keliru, mengingat Reksa dana juga punya resikonya sendiri. Nah karena anggapan yang keliru tersebut, banyak pemula yang kaget karena reksa dana yang mereka beli itu ternyata rugi. Mereka kira kalau uang mereka dikelola oleh manajer investasi itu udah pasti untung, padahal tidak begitu.

Risiko Investasi pada Reksa dana

Ingat, semua instrumen investasi itu punya resikonya masing-masing. Nah, pada artikel kali ini aku akan ngebahas risiko apa aja sih yang mungkin kita dapatkan kalau kita berinvestasi di Reksa dana. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya, khususnya buat kamu yang lagi mikir-mikir buat berinvestasi di Reksa dana.

Risiko Pertama Reksa dana : Capital Loss (Rugi Transaksi)

Kita mulai dari resiko yang pertama yaitu Capital Loss atau istilah gampangnya adalah rugi. Kerugian bakalan kita dapetin kalau NAB/unit atau harga/unit reksa dana yang kita punya itu mengalami penurunan. Kerugian ini baru akan terealisasi kalau kita tuh udah ngejual rugi reksa dana yang kita punya.

Risiko Reksa Dana Tips Reksa Dana Pahami investasi

Mungkin sebagian dari kamu ada yang mikir Reksa dana kan dikelola oleh orang yang profesional. Emang bisa rugi Ya? Untuk Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap risikonya tuh emang relatif rendah. Tapi, untuk reksa dana campuran dan reksa dana saham, bisa dibilang risikonya itu tinggi. Buka juga : 3 Tips Cerdas Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

Mengapa risiko reksa dana campuran dan saham itu tinggi? Tentu saja karena di portofolio kedua reksa dana tersebut ada saham, yang secara umum memiliki fluktusi harga yang tinggi. Harga/unit reksa dana saham dan campuran bisa turun sampai puluhan persen, mengikuti penurunan harga saham atau instrumen investasi lain yang ada di portofolio reksa dana yang bersangkutan.

Tapi ingat ya tentang konsep investasi, “HIGH-RISK, HIGH RETURN”. Maknanya di sisi lain reksa dana saham dan campuran juga bisa memberikan return yang tinggi, tetapi disisi lain juga bisa memberikan return yang rendah, bahkan rugi.

Contohnya kita bisa lihat pergerakan reksa dana saham di tahun 2020. Seperti yang kita tahu nih, IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam di sepanjang tahun 2020. Nah, karena sebagian besar portofolio investasi reksa dana saham itu berupa saham, maka reksa dana saham juga akan mengalami penurunan NAB/unit yang tajam.

Sekarang kita coba cek reksa dana saham yang dijual di bareksa.com. Kamu bisa melihat bahwa semua reksa dana saham yang dijual di bareksa.com itu mengalami penurunan terhitung sejak awal tahun 2020.

Contoh lainnya bisa kita lihat dari reksa dana saham yang ngalamin penurunan sebesar -65% dalam satu tahun terakhir. Bayangin deh kalau kamu beli produk reksa dana tersebut sekitar 10 juta di tahun lalu, maka tahun ini uang kamu di reksa dana tersebut cuma tinggal Rp 3,5 juta doang.

Wah kok bisa sih turun sedalam itu? Kenapa ya? Penyebab utamanya karena unit reksa dana tersebut mengalokasikan dana kelolaannya ke saham-saham yang memiliki fluktuasi harga yang tinggi. Yang bisa dibilang sangat berisiko. Dari informasi kepemilikan saham yang ada (pada salah satu unit reksa dana saham yang menurun -65%), tidak ada satupun saham blue chip (saham dengan pondasi kuat) di 10 besar portofolio Reksa dana tersebut.

Dan setelah kami cek, ternyata portofolio reksa dana tersebut itu diisi dengan saham perusahaan yang pondasi bisnisnya itu kurang baik. Bahkan ada juga saham yang harganya tuh berada di batas bawah harga saham, yaitu Rp50 dan lagi disuspensi sama bursa efek.

Risiko Reksa Dana Tips Reksa Dana Pahami investasi

Di sini aku bukan mau nakut-nakutin kamu supaya nggak beli reksa dana. Justru aku berharap kita tuh bisa sama-sama belajar dari contoh tersebut. Namanya investasi kita enggak cukup beli Reksa dana dan tutup mata nunggu untung doang. Kita tuh harus tetap cari tahu secara detail portofolio investasi reksa dana yang kita beli dan menyesuaikannya dengan profil risiko kita.

Inget ya, HIGH RISK=HIGH RETURN, LOW RISK=LOW RETURN. Intinya, kalau kamu nggak siap dengan potensi kerugian yang besar, pilihlah reksa dana dengan portofolio investasi yang berisiko rendah.

Risiko Kedua Reksa dana : Produk/ Manajer Investasi Bermasalah

Masalah yang menimpa reksa dana atau manajer investasi yang bersangkutan tuh bisa macam-macam. Misalnya melanggar ketentuan dari OJK, gagal bayar, dll. Terus kalau manajer investasi atau reksa dana yang kita punya bermasalah, gimana? Buka juga : Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

Kalau manajer investasi kena masalah ya bisa karena surat peringatan, bahkan pencabutan izin usaha. Sementara reksa dana yang bermasalah tuh bisa disuspensi atau perdagangan reksa dananya dihentikan sementara oleh OJK. Tapi kalau masalahnya berat reksa dana yang bersangkutan tuh bisa sampai dibubarkan oleh OJK.

Pada akhir tahun 2019 lalu, ada kasus yang cukup menyita perhatian. OJK memutuskan untuk membubarkan 6 produk reksa dana milik Minna padi Asset Management. Alasan dibubarkannya yaitu karena reksa dana tersebut menjanjikan imbal hasil (return) yang pasti. Jadi, mereka itu ngasih janji, kalau kita beli reksa dana mereka, kita bakal dapet return sekian persen dalam periode waktu tertentu.

Lho emang tidak boleh ya menjanjikan return pasti? Tentu saja tidak boleh. Hal ini sesuai dengan aturan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Yang boleh memberi janji kepastian return pasti itu cuma reksa dana terproteksi saja. Sementara produk reksa dana minapadi itu merupakan Reksa dana saham, yang tidak boleh menjanjikan kepastian imbal hasil atau return.

Setelah diputusin untuk dibubarin OJK minta minna padi buat mencairkan seluruh reksa dananya, agar bisa mengembalikan uang ke para nasabah. Tapi dalam praktiknya, ya tidak semudah itu. Karena ada saham-saham dengan volume transaksi kecil di portofolio reksa dana Minna Padi. Jadi, mereka kesulitan untuk menjual sahamnya. Bahkan ada juga beberapa saham yang lagi disuspensi sama bursa efek.

Risiko Reksa dana 3 : Tidak Dijamin oleh LPS

Kamu perlu tahu nih instrumen investasi deposito dan simpanan sampai dua miliar itu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi kalau ada apa-apa sama bank yang bersangkutan, kita tuh bisa ngajuin klaim penjaminan simpanan ke LPS.

Nah, reksa dana ini tuh enggak dijamin oleh LPS. Karena tidak dijamin sama LPS, maka risiko reksa dana itu bisa dibilang lebih besar kalau dibandingin sama deposito. Tapi tenang aja, meskipun gak dijamin oleh LPS, reksa dana tetap dalam pantauan OJK. Jadi kalau reksa dana atau manajer investasinya kena masalah, OJK yang akan turun tangan.

Tips Meminimalisir Risiko Investasi di Reksa dana

Setelah kamu udah tahu risiko-risiko dalam berinvestasi reksa dana, mungkin kamu tuh bertanya-tanya. Hal apa aja sih yang perlu kita lakukan untuk meminimalisir risiko tersebut? Ada beberapa hal nih bisa kita lakuin untuk meminimalisir risiko dari investasi di reksa dana.

Risiko Reksa Dana Tips Reksa Dana Pahami investasi

Tips 1 : Cek Dan Evaluasi Komposisi Portofolio Reksa Dana

Jadi gini, setiap produk reksa dana itu punya portofolio investasi yang beda-beda. Dalam konteks reksa dana saham misalnya, ada yang dana kelolaannya tuh dialokasikan ke saham-saham blue chip dan ada juga yang mengalokasikan ke saham-saham perusahan kecil.

Saham blue chip merupakan saham-saham perusahaan besar yang udah punya pondasi bisnis yang kuat. Dan sering kali saham-saham blue chip ini tuh dinilai cukup aman, dan harganya cukup stabil karena fondasi bisnisnya udah kokoh. Sedangkan saham perusahan kecil biasanya belum punya pondasi bisnis yang kuat, memiliki fluktuasi harga yang tinggi, dan sangat beresiko.

Komposisi portofolio investasi reksa dana ini tuh bisa kamu cek di fund fact sheet dari produk reksa dana yang bersangkutan. Ini tugas kamu nih sebagai investor untuk ngecek dan mengevaluasi portofolio investasi reksa dana yang kamu punya. Perlu diinget, return sebuah reksa dana di masa lalu itu tidak mencerminkan return reksa dana di masa depan. Jadi, kamu harus benar-benar mengevaluasi secara berkala portofolio investasi reksa dana yang kamu punya

Tips 2 : Cek Reputasi dan Kompetensi Manajer Investasi

Jadi gini, kamu bisa menganalogi beli reksa dana itu kayak kamu lagi rekrut orang buat mengelola aset investasi kamu. Nah jelas kamu nggak bisa sembarangan pilih orang. Kamu harus tahu, siapa sih orang yang mengelola uang kamu? gimana sih reputasinya? gimana history kinerja-nya?

Semua informasi tersebut bisa kamu dapetin di prospektus reksa dana yang bersangkutan. Selain melihat reputasi dan kompetensi manajemen investasi, kamu juga bisa mempertimbangkan dana kelolaan manajer investasi yang bersangkutan. Semakin besar dana kelolaan yang dikelola oleh manajer investasi, maka bisa dibilang operasi bisnis reksa dananya tuh jadi lebih stabil.

Karena ada risiko tersendiri nih kalau kita nyimpan uang kita di reksa dana dari manajer investasi yang dana kelolaannya tuh belum terlalu besar. Bisa jadi nih, manajer investasi tersebut bakal mengalami kesulitan keuangan kalau ada nasabah yang memutuskan untuk mencairkan dananya dalam jumlah besar.

Tips 3 : Jangan Taruh Porsi Terlalu Besar pada Reksa Dana

Pecah aset kamu ke bentuk yang lain juga untuk diversifikasi asset. Mentang-mentang dikelola oleh manajer investasi, bukan berarti kamu bisa percayakan semua uang kamu ke reksa dana ya. Minimalisir risiko kamu dengan diversifikasi asset. Udah banyak banget cerita para investor pemula yang terlalu mempercayakan sebagian besar dana mereka ke reksa dana dan akhirnya malah mengalami kerugian. Kamu jangan sampai kayak gitu ya.

Kesimpulan Risiko Reksa Dana dan Tipsnya

Oke deh. Segitu saja yang bisa kami sampaikan tentang 3 Risiko dan 3 Tips dalam berinvestasi di reksa dana. Jika teman-teman punya pendapat lain, atau share pengalaman terkait investasi di reksa dana, bisa di tuangkan di kolom komentar. Semoga artikel tentang investasi reksa dana ini bermanfaat ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here