Home Investasi 2 Konsep Investasi EMAS yang Banyak Salah Kaprah

2 Konsep Investasi EMAS yang Banyak Salah Kaprah

52
0
Konsep Investasi EMAS Banyak Salah Kaprah
Konsep Investasi EMAS Banyak Salah Kaprah

Konsep investasi emas yang selama ini banyak salah kaprah. Pada kali ini, akan kami sampaikan terkait beberapa kesalahan yang masih banyak orang lakukan ketika membeli atau berinvestasi dengan emas. Namun, sebelum kami sampaikan terkait banyaknya orang yang salah terkait investasi emas, Saya mau mengajukan pertanyaan retoris. Kira-kira nih investasi apa yang pertama kali kamu beli?

Cerita Investasi Emas

Saya punya cerita bahwa awal karir saya adalah seorang lulusan teknik industri. Saya seorang engineering, bukan orang yang ahli di keuangan. Pada awalnya karir, saya bekerja di perbankan sebagai fresh graduate. Tentu saja, yang namanya kerja pasti salah satunya yaitu ngumpulin uang dan lain sebagainya.

Ketika uangnya sudah terkumpul, ada ada keinginan untuk membeli produk keuangan, seperti deposito, saham, obligasi, reksadana, atau apapun lah itu. Kemudian saya cari informasi dan banyak bertanya. Buka juga : Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

Orang yang saya tanya pertama kali adalah orang tua, karena mereka lebih berpengalaman saya tanya ke Ibu saya. Saya bilang kalo udah punya uang sekian rupiah, kira-kira enaknya beli apa nih? Pada saat itu, pertama kali jawabannya adalah beli emas.

Oke, karena saya tidak punya ide yang lain, maka saya langsung membeli emas. Kemudian saya pesen lewat online, dulu namanya ada antamgold.com dan kita bisa pesan lewat online dan kita bisa ambil di toko emasnya. Kasus selesai.

Singkat cerita, saya masuk ke industri keuangan, saya mempelajari tentang financial planning lebih dalam lagi, dan akhirnya saya ambil sertifikasi Certified Financial Planner. Lalu saya mulai mempertanyakan kembali apakah investasi emas yang saya lakukan dulu itu benar atau tidak sih, atau ada sesuatu yang bisa jadi aku kelewat gitu.

Kemudian saya mempelajari lebih dalam lagi, dan salah satu hal yang saya temukan ada di salah satu website yang bernama investopedia. Investopedia itu mengatakan “an investment is an asset or item that is purchased with the hope that it will generate income apperciate in the future”. Maaf jika menggunakan Bahasa inggris, yang artinya kurang lebih adalah “investasi itu artinya gini kita beli produk barang apapun dengan harapan di kedepannya atau diwaktu kedepannya itu bisa menghasilkan pemasukan untuk kita atau kenaikan harga”.

Konsep Investasi EMAS Banyak Salah Kaprah

Kalau definisi investasi menurut saya itu kurang lebih seperti ini, saya beli saham katakanlah biar gampang sahamnya Bank BRI. Ya saya beli di harga Rp2.400 perak dan saya sudah punya hitungan saya akan jual di harga Rp3.000 perak. Jadi beli di harga Rp2.400 dan kemudian jual di harga Rp3.000. Artinya perlembarnya saya untung Rp600 perak atau kurang lebih 25%. Itu namanya investasi, karena aku sudah hitung kapan aku masuk, kapan rencana aku mau keluar, dan berapa untungnya. Sesimpel itu kan investasi. Buka juga : 6 Panduan Jitu Mengembangkan Usaha Agar Semakin Besar

Konsep Investasi Emas yang Salah

Nah kemudian aku tanya ke orang tuaku, kalau aku punya emas yang dulu aku beli mungkin harga sekitar Rp400.000-Rp500.000, ini kira-kira emas ini kapan dijualnya? Saya berharap jawabannya itu adalah ketika sekarang ini, ketika harga emas sudah naik dua kali lipat dari yang kamu beli. Katakanlah seperti itu.

Namun, ternyata jawabannya berbeda seperti yang aku bayangkan. Orang tuaku bilang kalau kita jual emas ketika kondisinya kepepet. Saya kaget dengan jawaban orang tuaku. Kemudian saya tanya, tentang pengertian kepepet. Lalu jawaban orang tuaku dengan memberikan contoh, yaitu anaknya mau kuliah dan orang tua tidak punya uang, jadi menjual emas. Yang penting anak kuliah.

Ya mungkin masuk akal juga ya, karena sudah jadi kebiasaan orang tua sejak jaman dulu. Yang mana mereka tidak ngerti tentang perencanaan keuangan atau perencanaan dana pendidikan. Kalau sekarang kan ilmunya sudah berkembang gitu khususnya terkait perencanaan keuangan.

Nah ternyata definisi dari investasi menurut orang tua saya itu bukan beli sesuatu dan nanti kita akan jual di harga sekian. Ternyata buat orang tua saya, beli emas itu nanti kalau ada kondisi kepepet itu dijual. Para pembaca, bagaimana pendapat kalian terkait pemikiran orang tua saya tersebut? Setuju atau tidak?

Kesimpulan Investasi Emas

Jadi, ini menurut pendapat kami. Mohon koreksinya jika kami salah. Kondisi kepepet itu menurut saya lebih cocok namanya dana darurat. Jadi kalau kondisi darurat itu ada atau kondisi kepepet itu ada. Kita punya cukup aset yang bisa diduitin atau bisa dicairin ke rupiah dengan waktu yang relatif singkat.

Konsep Investasi EMAS Banyak Salah Kaprah

Untuk membiayai kebutuhan kita, berarti tidak cocok dong kalau dengan investasi, lebih cocok itu disebut dana darurat. Kalau emas itu dijadikan dana darurat menurut kami, kami sangat setuju. Soalnya siapa sih yang tidak terima dengan emas? Tentu semua orang akan menerima kok karena emas merupakan salah satu loga mulia. Buka juga : 5 Tips Mudah Berinvestasi Emas Dengan Gaji Pas-pasan

Logam mulia diganti jadi rupiah itu bisa nggak? Pasti jawabannya bisa dan gampang banget bukan? Dari pada kamu nuker properti, iya kan? Nah maka dari itu menurutku emas cocok untuk jadi dana darurat. Dan terkait dana darurat ternyata banyak orang Indonesia itu yang tidak menyiapkan dana daruratnya. Saya mau share bagaimana cara saya menyiapkan dana darurat, khususnya di zaman teknologi seperti sekarang ini.

Cara yang saya lakukan yaitu menggunakan salah satu aplikasi yang ada di handphone terkait pembuatan dana darurat. Kami pikir ada banyak sekali aplikasi keuangan yang dapat memandu anda. Hanya saja, tolong sebelum anda menggunakan aplikasi tersebut, cek terlebih dahulu tentang reputasi aplikasi yang akan anda gunakan, dan pastikan sudah di awasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Salah satu aplikasi yang dapat anda gunakan yaitu aplikasi finansialku. Di aplikasi finansialku, ada menu namanya menu perencanaan keuangan dan disitu ada yang Namanya dana darurat kamu tinggal masukin pengeluaran bulanan kamu, misalnya 5 juta rupiah. Status pernikahan silahkan diisi yang sesuai fakta, lalu tinggal dihitung oleh aplikasi, maka munculnya dana darurat yang kamu butuhkan 30 juta rupiah. Buka Juga : 5 Peluang Usaha Rumahan Dengan Modal Pas-Pasan

Dana darurat ini bisa kamu penuhi dengan uang rekening tabungan, deposito, logam mulia, atau bisa juga di Reksadana pasar uang. Itu pilihan buat pembaca. Kami sangat menyarankan jika jumlah dana darurat itu sebesar 5-10% dari pendapatan tetap anda. Mungkin demikian artikel tentang konsep investasi emas yang selama ini banyak salah kaprah. Jika ada yang ingin ditanyakan kepada kami, silahkan untuk mengisi pertanyaan anda pada kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here