Home Investasi Apakah Investasi Saham Adalah Judi? Simak Jawabannya

Apakah Investasi Saham Adalah Judi? Simak Jawabannya

53
0
Apakah Investasi Saham Adalah Judi Simak Jawabannya

Apakah investasi saham adalah judi? Pernah tidak, kalian berpikir tentang itu? Saya pikir, mungkin sebagian teman-teman ada yang pernah punya pemikiran tersebut. Sebelum kami sampaikan pemikiran kami terkait apakah investasi saham sama dengan judi, perlu kami sampaikan tentang pengertian saham. Ini perlu kami sampaikan, agar kita memiliki dasar pemikiran yang sama ya.

Jadi begini teman-teman, saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan kita atas suatu perusahaan. Dan pastinya perusahaan tersebut adalah jenis PT (Perseroan Terbatas). Karena hanya jenis perusahaan ini yang bisa mengeluarkan saham. Lantas, mengapa kok ada unsur judi dipertanyakan dalam saham. Saham itu kan hanya bukti kepemilikan modal atas suatu PT. Untuk itu, sebelum kami jawab, teman-teman perlu membaca kisah singkat saya, terkait pengalaman saya ketika memulai investasi pada saham.

Cerita tentang Investasi Saham

Nama saya Agus, tepatnya pada saat itu setelah lulus kuliah. Jadi saya lulus kuliah S1 teknik industri, artinya saya sebenarnya bukan orang yang punya latar belakang keuangan. Saya baru ngerti keuangan setelah S2 dan ambil CFP (Certificate Financial Planner). Kemudian saya ingin tahu dong cara instan untuk bisa mendapatkan kekayaan, yaitu dengan cara investasi dan saham.

Lantas, apa yang saya lakukan? Yang saya lakukan adalah saya buka account untuk transaksi pembelian saham. Saya masih ingat pada waktu itu untuk buka account harganya adalah 10 juta rupiah. Jadi modal awalnya 10 juta rupiah ya. Kemudian setelah buka account, saya ikut grup-grup yang ada di Blackberry Messenger. Buka juga : Risiko Reksa Dana dan 3 Tips Reksa Dana – Pahami Investasi

Pada zaman itu, banyak sekali orang-orang yang ahli ada di grup BBM, dan mereka banyak sharing. Misalnya beli saham A harga berapa, beli saham B harga berapa, beli saham C harga berapa, dan lain sebagainya.

Saya pun melakukan hal yang sama seperti kebanyakan investor pemula. Tidak mau belajar, ikut grup, dan berharap masternya jago dan baik hati beri rekomendasi saham. Lantas, apakah rekomendasinya itu menguntungkan?

Jawabannya, iya menguntungkan. Menguntungkan sekali dari yang tadinya portofolio 10 jutaan, lalu untung beberapa kali, kurang lebih jadi 15 juta lah. Udah senang banget pastinya. Karena ya itung-itung 50% dari modal. Setuju ya…

Suatu ketika, saham turun, dan rekomendasi yang dilakukan oleh Master yang saya ikutin itu ternyata lagi enggak topcer. Akhirnya nilai turun beberapa kali, dan akhirnya dari portofolio 15juta, menjadi sekitar 7,5 juta. Portofolio saya minus 50%. Iya menyedihkan sih rugi 50%, artinya setengah kekayaan saya berkurang. Betul ya?

Apakah Saham sama dengan Judi?

Singkat cerita saya paling ke kota tempat tinggal saya. Saya ngobrol sama Ayah kemudian saya cerita ke ayah kan. Saya bilang, “Ayah investasi saham itu judi”. Lalu, ayah saya tanya. “Kok kamu bisa bilang gitu sih, memangnya kamu sudah investasi?”

Apakah Investasi Saham Adalah Judi Simak Jawabannya

Sudah yah, aku sudah buka account dan aku sudah memasukkan uang. Aku sudah pernah untung dan sekarang rugi besar. Ayah penasaran dong, tanya ke saya, “kamu bagaimana cara menganalisa atau memilih sahamnya.” Buka juga : Cara Mengetahui Diri Kita Termasuk Jenis Investor Apa

Pada waktu itu, belum ada yang namanya smartphone. Jadi, yang saya lakukan adalah buka laptop. Saya kasih tunjuk ke ayah saya, account investasi sahamku. Di dalamnya itu ada beberapa portofolio pilihan saham.

Terus ayah tanya, kok bisa habis jutaan rupiah itu bagaimana caranya? Saya langsung jawab, aku pilih saham. Aku tunjukkan BlackBerry Messenger dan saya tunjukkan grup yang saya maksud di atas. Nih lo yah, ada master-master yang jago kasih rekomendasi saham. Kita tinggal ikut beli aja sahamnya seperti apa.

Mendengar itu, ayahku terkejut dan bilang kok cara memilihnya seperti itu ya? Oh ya, ayah ku adalah seorang perokok, jadi dia selalu mengantongin satu bungkus rokok setiap harinya. Ya kemudian Ayah tanya sama aku. “Ni Ayah punya sebungkus rokok, kalau penuh, kurang lebih isinya 20 batang. Coba sekarang tebak berapa sisa batang rokok di dalam satu bungkus ini. Apakah lebih dari 10 atau kurang dari 10. Coba tebak, kalau benar kerugian kamu berapa, nanti ayah tambahin deh supaya modal awalnya balik. Kalau salah, ayah tidak akan tambahin.”

Oke jadi karena tidak ada ruginya, saya coba jawab kan? Waktu itu aku tebak sepertinya tepat di atas 10 deh. Ternyata jawabanku salah. Jadi ayah tidak kasih tambahan modal lagi. Namun setelah itu ayah bilang seperti ini, “Apapun yang kamu lakukan dengan investasi saham, adalah tebak-tebakan seperti kamu tebak berapa isi batang rokok dalam bungkus ayah, karena kamu tidak ada analisa, kamu cuma tebak-tebakan.”

Kesimpulan Saham sama dengan Judi

Nah yang membuat itu jadi judi itu bukan sahamnya, tapi caranya kamu memperlakukan saham tersebut. Kalau kamu memperlakukan saham itu dengan tebak-tebakan sama seperti kamu tebak isi berapa batang rokok di dalam satu bungkus rokok yang ayah punya, itu namanya judi. Tapi kalau kamu lakukan analisis, seperti analisis teknikal atau analisis fundamental atau analisis apapun, itu artinya kamu berinvestasi.”

Apakah Investasi Saham Adalah Judi Simak Jawabannya

Singkat cerita akhirnya saya memutuskan mencoba belajar fundamental analisis, yaitu pendekatannya dengan menggunakan laporan keuangan. Jadi, yang saya pelajari tidak hanya berdasarkan grafiknya, namun juga kinerja laporan keuangan, nilai intrinsik perusahaan dana lain sebagainya. Buka juga : Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

Intinya adalah, investasi saham itu judi atau tidak, itu tergantung dari bagaimana cara kita membeli saham tersebut. Apakah asal-asalan, ataukah ada perhitungan di dalamnya. Jika asal-asalan, dapat disebut kita melakukan judi. Tetapi, jika berdasarkan analisis yang matang, kita terhindar dari judi pada investasi saham. Demikian artikel kami, terkait apakah investasi saham sama seperti judi. Jika teman-teman punya pendapat yang lain, silahkan ditulis di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here