Home Investasi Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

51
0
Apa itu Reksadana Plus Minus dan Cara Belinya

Apa itu Reksadana, plus minus, dan cara beli Reksadana? Sebenarnya sudah banyak artikel lain yang membahas tentang Reksadana, tapi hampir semuanya sepertinya ada unsur jualannya. Kok bisa tahu ada unsur jualannya? Hal ini dikarenakan sebagian besar pembahasannya, umumnya pada akhir artikel itu ada jualan website tentang Reksadana. Contohnya biasanya yang dijual itu seperti ini : “wah Reksadana bisa untung 20% per tahun”, “ayo beli Reksadana! Belinya lewat tempat saya ya”, “klik link ini bla bla bla”, gitu.

Nah, itu bisa jadi agak bias karena kalau menjelaskan Reksadana tapi tujuannya jualan, yang kami perhatikan itu banyak artikel yang tidak menjelaskan sisi minusnya, misalnya : tentang biayanya, atau tentang adanya potensi kerugian di Reksadana. Dan jadinya itu seperti janji manis saja. Begitu ya… Buka Juga : Belajar Investasi dari Leonard Blavatnik (Investor Ternama AS)

Yang akan saya jelaskan kali ini tidak pakai jualan. Kami hanya ingin memperkenalkan ke pembaca mengenai apa sih itu Reksadana itu. Tidak hanya menjelaskan positif dari Reksadana, tetapi juga akan bahas potensi negatifnya.

Apa Itu Reksadana?

OK, kita mulai ya. Jadi Reksadana itu, intinya adalah produk keuangan, dimana kita, dan ribuan orang lain, yaitu para “investor” mengumpulkan dana kita jadi satu kemudian diserahkan ke pihak lain, yaitu perusahaan yang menjadi “manager investasi” untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan lain, misalnya ke saham, obligasi, dan pasar uang.

Nah, jenis Reksadananya itu menentukan ke mana uang kita akan diinvestasikan. Di Indonesia, biasanya ada 4 jenis Reksadana yang bisa ditemui. Yang pertama itu Reksadana Pasar Uang, yang mana kalau kita masuk ke reksa dana pasar uang, uang kita akan diinvestasikan ke deposito dan Sertifikat Bank Indonesia. Yang kedua ada Reksadana Pendapatan Tetap yang mana mayoritas uang kita akan dimasukan ke obligasi atau surat utang. Yang ketiga ada Reksadana Saham yang mana uang kita 80% ke atas akan dibelikan saham. Dan keempat ada Reksadana Campuran, yakni uang kita bisa masuk ke obligasi maupun saham, dan juga deposito.

Nah, kenapa kita gak investasikan sendiri aja ke saham atau obligasi? apa sih untungnya lewat Reksadana? Untuk itu lah setelah kita tahu tentang apa itu Reksadana, maka selanjutnya akan kita bahas tentang positif dan negatif dari Reksadana.

Keuntungan atau Positif Reksadana

a. Adanya Manager Investasi
SBI itu apa sih? Obligasi atau Bonds itu apa? Beli saham gimana ya caranya? Kalau kita sebagai orang awam dan gak bisa jawab tiga pertanyaan itu dan gak punya waktu untuk cari tahu lebih baik kita investasi di Reksadana. Mengapa?

Karena harapannya sang Manager Investasi ini, kan seorang profesional keuangan yang ahli dan berpengalaman dalam berinvestasi. Jadi kita tinggal titipkan uang kita ke dia atau mereka, dan mereka yang akan mikir caranya. Gimana untuk diversifikasi, dan gimana caranya untuk dapat keuntungan maksimal. Jadi intinya, keuntungannya kita bisa titipkan uang kita ke orang yang ngerti cara berinvestasi dan dia yang akan mengembangkan uang kita.

b. Reksadana Bisa Dibeli Eceran
Maksudnya apa? Maksudnya begini, dengan uang yang relatif kecil yaitu dengan 100 ribu kita sudah bisa mulai beli reksadana. Coba kalau kita bandingkan dengan instrumen keuangan lainnya. Kalau kita beli sendiri deposito misalnya, untuk kita bisa dapat bunga deposito tinggi, tentu jumlah uang yang kita depositokan juga tinggi. Belum lagi ada biaya-biaya lain ketika kita akan mendepositokan uang kita. Buka Juga : 9 Profesi Ini Bisa Membuat Perempuan Cepat Kaya! Wow Apa Saja?

Lalu untuk saham, kita minimal harus masuk satu lot, atau 100 lembar. Dan harganya itu sangat tergantung harga saham. Bisa saja satu lembar nya itu 50 ribu. Dan umumnya broker pun mengharuskan minimal kita melakukan penempatan dana 5 juta untuk bisa mulai jual beli saham. Jadi keuntungan kedua ini adalah orang-orang yang tadinya mungkin uangnya belum cukup untuk mulai investasi sendiri kalau pakai reksadana, dia bisa masuk kecil-kecilan dari 100 ribu tadi.

c. Reksadana itu Bisa Dijual Kapan Saja atau “Likuid”
Kita bisa bandingkan dengan deposito misalnya, dimana kita harus menunggu jatuh tempo dulu baru bisa dicairkan. Kalau reksadana kita bisa cairkan kapan saja.

Kerugian atau Negatif Reksadana

a. Adanya fee (biaya)
Ingat manager investasi tadi, yang mengurus uang kita? Kan pastinya kita harus bayar mereka dong. Jadi fee untuk manager investasi itu bervariasi. Biasanya akan ada fee dua kali, yang pertama itu ketika kita transaksi beli Reksadana itu fee nya umumnya 1% sampai 3%. Kemudian nanti juga ada fee ketika kita jual itu biasa nya 0.5% sampai 1%. Jadi sebelum kita beli reksadana, jangan lupa untuk cek dan hitung fee nya berapa.

b. Kinerja Manager Investasi
Jadi ini juga bisa jadi sisi minus, karena banyak juga saat-saat dimana manager investasi yang kita pilih tidak menghasilkan kinerja yang diinginkan. Misalnya kinerjanya kalah dibanding produk lain dari manager investasi sebelah. Atau bahkan, bisa saja reksadana saham kinerjanya bisa lebih buruk daripada indeks saham.

Jadi kan sedih juga, kita udah bayar fee 2% tapi ternyata kinerjanya kalah dibandingkan dengan indeks. Jadi sebenarnya kalau kita punya niat untuk belajar instrumen keuangan atau belajar saham dan kita punya waktu juga untuk memantau dan melakukan, bisa jadi akan lebih baik kalau kita berinvestasi sendiri tanpa lewat reksadana.

c. NAB Belum Settle Pada Saat Transaksi
NAB (Nilai Aktiva Bersih) itu adalah harga reksadana yang kita liat di daftar reksadana atau di menu reksadana yang ada di bank. Misalnya itu adalah NAB/UP atau harga per unit reksadana ini dihitungnya dengan menjumlahkan total dana yang dikelola dibagi dengan total unit.

Nah, NAB ini baru akan dihitung dan baru akan settle di akhir hari. Jadi ketika kita transaksi di siang hari kita tidak akan tau tuh, kita lagi beli atau jual di NAB harga berapa saat transaksi dan ini makin diperparah lagi kalau kita beli di bank karena kalau kita beli reksadana di bank
kita harus transaksi sebelum jam 12 siang untuk dapat NAB harga hari itu.

Jadi kalau kita misalnya beli jam 3 sore, kita akan dapat NAB di hari besoknya yang kita lebih tidak lagi itu di harga berapa. Jadi sekali lagi, untuk reksadana saham, bisa aja ada perubahan harga signifikan di akhir hari, yang tidak sesuai dengan prediksi kita. Misalnya kita prediksi beli di harga murah bisa aja nanti ternyata di setengah hari terakhir harganya naik dan ternyata kita beli di harga yang tidak sesuai dengan prediksi kita.

Risiko Reksadana

Ini juga sesuatu yang penting, yang jarang disebutkan oleh orang yang jualan reksadana tapi saya tidak masukan risiko ke dalam daftar negatif reksadana atau daftar minus, karena risiko ini sebenarnya ada pada semua instrumen keuangan mau reksadana, obligasi, maupun saham. Yang penting sebelum kita masuk ke reksadana, kita harus paham risikonya.

a. Reksadana Pasar Uang
Untuk reksadana pasar uang, ini yang risikonya paling kecil karena uang kita akan masuk ke deposito, maka keuntungannya juga tiap tahunnya ya mirip-mirip dengan deposito. 99% reksadana pasar uang tidak akan turun. Jadi risiko Reksadana ini sangat minim sekali. Kalau di 2019, keuntungan dari reksadana pasar uang rata-rata antara 6-8% per tahun.

b. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana ini merupakan jenis reksadana yang menempatkan sebagian besar investasinya ke dalam instrumen obligasi (surat utang) dan produk pasar uang. Adapun portofolio dari reksadana ini yakni minimal 80 persen harus dari surat utang. Adapun sisanya yaitu produk pasar uang. Untuk profil risiko dari reksadana ini yaitu ada di profil menengah. Untung rugi tidak terlalu tinggi. Tapi jika untung, kemungkinan bisa lebih tinggi dari Reksadana pasar uang. Adapun keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap rata-rata di antara 5%-10% pertahun. Buka juga : 5 Tips Cerdas Menghindari Utang dengan Gaji Pas-pasan

c. Reksadana Campuran
Reksadana campuran menawarkan banyak kombinasi investasi dalam berbagai instrumen. Tujuan reksadana ini yaitu mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada pasar uang, saham, dan obligasi.

Salah satu kekuatan Reksadana ini yaitu komposisi portofolio bisa lebih fleksibel. Manajer Investasi bisa meracik instrumennya dengan berbagai instrumen. Jadi dapat menggabungkan antara saham dan obligasi. Secara umum keuntungan Reksadana ini antara 10%-12%, berada di atas Reksadana Pendapatan Tetap dan di bawah Reksadana Saham

d. Reksadana Saham
Ini yang risikonya paling besar, walaupun biasanya gak jauh dari pergerakan indeks IHSG ya. Tapi kalau kita salah timing atau salah pilih Manager Investasi bisa aja tuh, sering, dalam tiga tahun kok uangnya tergerus terus dan tidak pernah untung. Nah itu risiko reksadana saham ini yang sering ada janji seakan-akan “wah keuntungannya bakal 20% per tahun”.

Faktanya, reksadana terbaik aja itu rata-rata keuntungannya 12-16% per tahun. Nah itu yang terbaik. Sedangkan yang lain itu bisa sangat bervariasi. Dalam jangka waktu 5 tahun ada yang per tahunnya tuh hanya 4% atau bahkan lebih kecil. Dan ini jadinya lebih kecil dari deposito. Nah itu ada risikonya di reksadana saham

Cara Beli Reksadana

Topik berikutnya adalah, bagaimana sih cara beli reksadana? Cara pertama untuk beli reksadana adalah lewat bank. Mudah, karena pastinya kita kan sudah punya nih rekening bank, jadi yang perlu dilakukan adalah beli reksadana lewat bank yang sama.

Apa itu Reksadana Plus Minus dan Cara Belinya

Caranya ada dua, bisa ke cabang atau bisa online. Kalau di cabang, kita datang ke cabang, kita harus ketemu Customer Service (CS), atau bisa ketemu dengan yang namanya relationship manager. Biasanya reksadana itu tidak semua cabang dan tidak semua CS bisa jual karena perlu sertifikasi khusus.

Tapi di cabang yang bisa memfasilitasi itu, kita bisa langsung CS, kita pilih Reksadananya, isi formulir, nah, setelah itu otomatis bank akan memindahkan dana kita dari rekening ke manager investasi. Ini bisa dilakukan di bank-bank apapun misalnya BCA dan Mandiri

Yang kedua, ada beberapa bank yang udah maju. Jadi kita gak perlu ke cabang untuk buka reksadana, tapi cukup lewat online atau lewat app di handphone. Ini sangat menghemat waktu, karena kita bisa transaksi dari manapun. Setahu kami ada beberapa bank yang bisa digunakan sebagai tempat untuk membeli reksadana lewat online, antara lain Bank Commonwealth, Bank Permata, Bank Mandiri, Bank BCA, BNI, dan BRI. Itu semuanya bisa lewat online untuk membeli reksadana.

Selain bank, banyak cara lain untuk beli reksadana yaitu bisa lewat perusahaan sekuritas dan yang baru-baru ini bahkan bisa lewat situs jual beli online, seperti Tokopedia dan Bukalapak. Atau bisa melalui website yang khusus buat reksadana seperti Bareksa, Tanamduit, Bibit, dan beberapa website lain. Dan yang paling penting adalah pastikan tempat jualan Reksadana itu sudah masuk diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Buka juga : 6 Panduan Jitu Mengembangkan Usaha Agar Semakin Besar

Mungkin cara pembelian melalui website itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan anda datang ke Bank untuk melakukan transaksi pembelian. Ya tahu sendiri lah, terkadang kita membutuhkan waktu untuk melakukan perjalanan ke Bank dan melakukan transaksi pembelian. Jika kita menggunakan website, jauh lebih mudah dan cepat dan dapat menurunkan fee yang kita keluarkan, bahkan bisa gratis.

Kesimpulan tentang Reksadana, Plus Minus dan Cara Beli

Sampai sini dulu penjelasan kami mengenai apa itu reksadana. Intinya kalau kita tidak punya waktu untuk belajar dan memantau obligasi dan saham, mungkin reksadana ini bisa jadi pilihan yang lebih tepat. Yang penting kita harus pastikan bahwa kita udah tau nih semua risiko dan semua fee yang ada sebelum kita bisa mulai beli reksadana

Tapi walau begitu, saya juga menyarankan setiap orang untuk sesegera mungkin mulai berinvestasi, mau itu deposito, reksadana, maupun saham. Kita harus mulai belajar dan kita harus mulai sedini mungkin. Nantinya mungkin kalau saya kepikiran bagaimana cara jelaskan strategi untuk reksadana saya akan membuat artikel lagi tentang Reksadana. Jika ada ide atau pertanyaan, silahkan isi komentar di bawah ini ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here