Home Investasi 5 Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

5 Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

122
0
Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial
Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

Alasan Investasi P2P Lending cocok untuk para milenial. Pada artikel ini kami akan menjelaskan ke kalian kenapa P2P ini cocok untuk kalian, khususnya para milenials. Para pembaca sebelum kita ngomongin lebih lanjut mengenai peer to peer lending, saya ingin kenalin dulu nih salah satu produk investasi yang namanya peer to peer lending.

Apa itu Peer to Peer Lending (P2P)?

Temen-temen, P2P adalah sebuah website, platform, aplikasi atau apapunlah yang mempertemukan orang yang mau pinjam disebutnya borrower karena dia meminjam ke orang yang punya uang disebutnya lender. Jadi website ini akan mempertemukan antara yang mau pinjam dengan yang punya uang. Pengertiannya sederhana bukan?

Namun kamu harus hati-hati sebelum berinvestasi di P2P lending, karena P2P lending legal dan ada yang P2P lending ilegal. Untuk itu kamu harus cek dulu di website OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Saya sarankan hal itu wajib ya, supaya anda tidak kena tipu-tipu karena sekarang ini ada banyak sekali perusahaan P2P yang beredar di masyarakat. Oke, temen-temen ini dia lima alasan kenapa saya sarankan kamu juga P2P lending.

Alasan Investasi P2P Lending 1 : Manajemen Risiko Terukur

Manajemen resiko di peer to peer lending itu berbeda di saham dan berbeda di reksa dana. Kalo saham dan reksa dana itu harga bisa naik dan bisa turun. Itu yang namanya fluktuasi harga di reksa dana maupun di saham. Sedangkan di P2P lending itu enggak ada yang namanya fluktuasi harga. Karena sifatnya kamu berikan pinjaman ke orang, maka risikonya adalah jika pinjamannya gak bisa di lunasi. Itu resikonya. Buka juga : Apa itu Reksadana? Plus Minus dan Cara Belinya

Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

Namun, untungnya perusahaan-perushaan P2P lending punya strategi manajemen resiko yang berbeda-beda dan ada yang bagus. Saya mau berbagi ada setidaknya menurut pengalaman saya saya menemukan 5 jenis manajemen resiko yang ada di peer to peer lending.

a. 100% resiko di tanggung investor
Jadi kalo untung itu bisa mencapai 30% atau 20%, tapi ruginya bisa mencapai 100%, dan risiko di tanggung investor. Saya pribadi tidak suka karena resikonya terlalu besar atau resikonya lebih besar dari pada keuntungan yang saya dapat

b. Perusahaan P2P Lending Memberikan Asuransi
Dalam istilah pinjam meminjam, ada yang namanya utang pokok. Yaitu utang dasar yang tanpa bunga. Jadi keuntungannya tidak di asuransi, yang di asuransi adalah pokoknya. Contohnya gini, misalnya anda meminjamkan dana anda 10 juta rupiah. Maka biasanya yang diasuransikan adalah 80% atau senilai 8 juta rupiah. Sedangkan sisanya yaitu 2 juta rupiah tidak di asuransikan.

Jadi kalo sampe amit-amit terjadi gagal bayar, maka 8 juta dikembalikan. Itu artinya keuntungan tertingginya yaitu 20%-30% dan kerugian terbesarnya 20%. Aturan seperti itu kamu masih bisa tanggung gak? Kalo enggak jangan beli yang itu, dan pilih yang lain.

c. Perusahaan P2P Lending Menerapkan Tanggung Renteng
Tanggung renteng tuh apa? Kok bahasanya aneh sekali. Jadi gini ada perusahaan P2P Lending memberikan pinjaman ke bukan perorangan tapi sekelompok orang. Contoh ibu-ibu di daerah X yang bekerja di sektor UMKM. Misal di industri batik atau konveksi. Itu namanya tanggung renteng. Jadi pinjeman satu orang dikeroyok sama 10 orang.

Ada resikonya tidak kalo seperti itu? Tentu saja ada. Misalnya jika di daerah itu ada bencana alam seperti gunung meletus gitu. Ya pasti tidak akan bisa bayar pinjamannya.

d. Perusahaan P2P Lending Memberikan Agunan Bisa Bergerak
Agunan disini artinya adalah jaminan, namun agunannya bisa bergerak dan nilainya bisa turun. Contoh angunannya yaitu hewan ternak seeprti sapi, kerbau, kambing. Atau jika tidak hewan ternak, bisa juga agunannya adalah inventorinya, atau persediaan barang dagangnya.

e. Perusahaan P2P Lending Memberikan Agunan Logam Mulia Emas
Manajemen risiko P2P yang kelima yaitu perusahaan peer to peer lending yang memberikan agunan dalam bentuk logam mulia, yang mana bisa emas, perak, dan yang lainnya.

Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

Begitu ya. Itu adalah 5 jenis P2P yang selama ini saya jumpai. Lalu jika saya ditanya, saya investasi atau tidak? Tentu saya akan jawab jika saya juga ebrinvestasi di P2P Lending, tapi yang jenis kelima, yaitu yang agunannya berupa logam mulai atau emas. Jadi alasan pertama kenapa saya sarankan peer to peer lending adalah manajemen resikonya bisa terukur.

Alasan Investasi P2P Lending 2 : Mendapatkan Penghasilan Tambahan (Cash Flow)

Alasan ke dua kenapa peer to peer lending cocok untuk milenial selain tadi manejemen resikonya terukur yaitu kamu akan mendapat keuntungan berupa cash flow. Apa artinya?

Cash flow itu mirip dengan orang deposito. Artinya gini, misalnya kamu punya uang 100 juta, kemudian di depositoin dengan bunga 5%, maka setahun kamu mendapatkan 5% x 100 Juta
sekitar 5 Juta Rupiah. Nah begitu juga kalo kamu investasinya di peer to peer lending.

Peer to peer lending akan memberikan bunga yang sifatnya cash flow. Kamu investasi 100 juta dan returnnya 12% setahun, maka keuntungan kamu adalah 12%X100 Juta sama dengan 12 Juta Rupiah. Seperti itu, jadi kamu akan mendapatkan tambahan penghasilan karena itu sifatnya cash flow bukan capital gain. Jadi, sudah 2 alasan mengapa peer to peer lending cocok untuk milenial, yang pertama tadi adalah risiko manajemen, dan yang kedua yaitu mendapatkan tambahan keuntungan berupa cashflow.

Alasan Investasi P2P Lending ketiga : Gampang Banget

Kenapa gampang? Kamu tinggal buka akun, terus kalo udah tinggal pilih perusahaan mana yang mau di danain, kemudian investasi. Udah ya selesai. Mudah bukan? Kalo yang saya lakukan adalah saya setup internet banking salah satu bank swasta yang saya punya, contohnya adalah BCA.

Alasan Investasi P2P Lending Cocok Untuk Para Milenial

Saya setup setiap tanggal 26, saya akan investasi ke virtual account untuk invest sejumlah uang di peer to peer lending. Saya aktifkan robotnya (robot investasi berkala). Udah, tinggal investasi. Kenapa sih kok saya percaya diri banget? Tentu saja karena semua pinjamannya ada agunan berupa emas. Itu yang membuat saya percaya diri. Buka juga : 2 Konsep Investasi EMAS yang Banyak Salah Kaprah

Tapi lain cerita kalo peer to peer lendingnya tidak ada agunan emas. Maka anda harus cek terlebih dahulu, perusahaan mana yang mau di investasi. Tapi kalo kamu pake cara saya yang agunannya emas, lebih percaya diri.

Alasan Investasi P2P Lending Keempat : Bisa Mulai dari Uang Kecil

Uang kecil itu mulai dari berapa ya? Uang kecil itu bisa anda mulai dari 100 ribu rupiah. Tapi, saya tidak sarankan 100 ribu. Kalo 100 ribu dan returnnya 12% per tahun (kurang lebih), itu tidak akan bisa buat kamu beli rumah. Kamu butuh uang lebih dari segitu untuk DP rumah. Untuk DP KPR, setidaknya kamu harus invest 4,5-5 Juta rupiah perbulan, dengan return 12% pertahun. Maka saya sarankan jangan mulai dari 100 ribu, walau memang bisa mulai dari uang sigitu.

Alasan Investasi P2P Lending Kelima : Tidak Perlu Melihat Harga Terus

Ini mungkin jadi alasan P2P lending cocok untuk milenial yang terakhir. Jika pembaca punya pendapat lain, kami tunggu di kolom komentar. Nah, alasan kelima yaitu kamu tidak perlu melihat harga. Itu adalah alasan yang paling enak, khususnya bagi kamu investor pemula, yang belum pernah investasi sama sekali, dan yang masih takut dengan fluktuasi harga (karena kalo harga di saham dan reksa dana itu bisa naik, bisa turun).

Kalo di peer to peer lending, kamu tidak usah mantengin di handphone kamu. Handphone kamu gak usah di liatin terus, jadi kamu bisa konsen ke kerjaan kamu. Sembari kamu bekerja, kamu investasi, dan uang kamu bekerja. Jadi bisa memberikan return yang optimal. Buka juga : 6 Panduan Jitu Mengembangkan Usaha Agar Semakin Besar

Kesimpulan Investasi di P2P Lending

Intinya ketika teman-teman ingin belajar investasi, silahkan coba saja dulu. Masalah nanti untung atau tidak, jangan terlalu dipikir. Kalo teman-teman terlalu berpikir, nanti justru tidak mulai-mulai. Intinya “Mulai Aja Dulu. Nah, sekian pemaparan kami, terkait alasan investasi P2P Lending cocok untuk para milenial. Sekali lagi, jika teman-teman punya alasan lain, kami tunggu di komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here